Salah seorang saksi mata di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Oktaf Sandala, mengaku melihat langsung kilatan api besar di langit saat sedang duduk bersantai bersama rekannya di depan Kantor Bupati Gorontalo Utara.
“Mungkin meteor jatuh, baru kali itu saya melihat api besar menyala yang memiliki ekor memanjang. Cahayanya sangat besar dan terang,” ujar Oktaf.
Peristiwa tersebut ditandai dengan munculnya dua kali kilatan cahaya benderang sebelum akhirnya terdengar suara dentuman yang cukup kencang.
Menanggapi fenomena tersebut, Raghel memberikan penjelasan dari sudut pandang ilmiah. Ia menyebutkan bahwa saat ini wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau, di mana partikel debu, awan, atau aerosol relatif rendah.
Kondisi atmosfer tersebut membuat penampakan meteor menjadi jauh lebih mudah terlihat dari permukaan bumi.
“Jadi fenomenanya mudah terlihat, ditambah lagi ini ada peristiwa kecepatannya tinggi dan emisi cahaya saja. Insya Allah tidak ada radioaktifnya,” kata Raghel.
Mengenai suara keras yang ikut terdengar, Raghel menjelaskan bahwa hal itu terjadi akibat pergerakan objek dengan kecepatan sangat tinggi di udara.
“Kenapa ada dentuman keras? Menurut saya berdasarkan ilmu fisika, meteor bergerak hipersonik, pastinya ada tekanan yang menambah energinya, frekuensi gelombang sangat rendah, jadi ini semacam sonic boom,” ungkap Raghel.
Ia pun berharap material meteor tersebut tidak sampai menghantam permukaan bumi dan telah habis terpecah saat melintasi lapisan atmosfer.
Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo belum memberikan penjelasan resmi secara mendalam mengenai fenomena ini.
Prakirawan BMKG Gorontalo, Sayid Mahadir, menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penelusuran fakta di lapangan.
“Sampai saat ini kami masih mengumpulkan dan menunggu informasi terkait survei lapangan dari pihak berwenang terkait fenomena tersebut,” tutur Sayid.
(Sumber: Kompas.com)










Komentar 0