Presepsi.com– Indonesia, Di lansir dari CNN Indonesia, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin usaha pengusaha besar, khususnya importir, yang terbukti menaikkan harga pakan ayam secara tidak wajar.

​Langkah tegas tersebut diambil menyusul keluhan dari para peternak terkait lonjakan harga pakan ayam yang saat ini menyentuh angka sekitar Rp9.500 per kilogram (kg).

​"Beritahu, tidak boleh pengusaha besar apalagi importir menaikkan harga. Menaikkan harga, aku cabut izinnya," tegas Amran saat berada di Desa Ciasem Girang, Ciasem, Subang, Rabu (2/9).

​Amran menyatakan pihak kementeriannya bakal mengecek kembali persoalan lonjakan pakan tersebut secara langsung. Di sisi lain, ia juga mencatat adanya pergerakan harga komoditas perunggasan di pasaran.

​"Kalau harga ayam kemarin laporannya sudah naik, harga telur sedikit lagi. Nah, harga pakan nanti saya cek lagi," ujarnya.

​Persoalan ini sebelumnya sempat memicu aksi protes dari para peternak ayam di berbagai daerah. Pemerintah yang merespons aksi tersebut menemukan adanya indikasi praktik monopoli serta permainan harga pakan.

​Salah satu bentuk kejanggalan yang ditemukan adalah kenaikan biaya penurunan pakan dari kapal yang melonjak hingga US$7 per ton.

​"Memang ada yang agak masalah kemarin, bahkan masalah pakan kenapa tiba-tiba naik? Dan demo peternak se-Indonesia, langsung kami terbang dari NTT ke Jawa Timur (melakukan) pertemuan, ternyata memang ada oknum menaikkan monopoli," ungkap Amran dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9).

​Temuan tersebut telah diteruskan ke Satgas Pangan Polri melalui surat resmi untuk dilakukan tindakan dan proses lebih lanjut.

​Sebagai langkah stabilisasi, pemerintah menunjuk BUMN ID Food untuk mengambil peran dalam menjaga pasokan dan harga pakan melalui skema impor. Harga yang dipatok akan dikontrol penuh oleh pemerintah.

​"Jadi sekarang yang menjadi stabilisator adalah ID Food karena mengimpor, tapi kami patok harganya karena BUMN, manakala dia macam-macam ini bisa diganti," lanjut Amran.

​Lonjakan harga pakan ini berimbas langsung pada biaya produksi peternak dan harga jual ayam di pasaran selama sebulan terakhir.

​Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi menyampaikan bahwa harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini menyentuh kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kg.

​Menurut Sugeng, kenaikan tersebut dipicu oleh melambungnya biaya produksi, terutama komponen pakan dan anak ayam (Day Old Chick/DOC).

​Harga pakan yang semula berada di kisaran Rp8.300–Rp8.500 per kg melonjak hingga Rp9.500 per kg. Sementara itu, harga DOC mengalami kenaikan dari kisaran Rp6.000 menjadi Rp8.000-an per ekor.

​Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 31 Agustus, harga rata-rata nasional untuk daging ayam ras segar tercatat berada di angka Rp42.850 per kg.

​Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp600 atau sekitar 1,42 persen jika dibandingkan dengan posisi pada 24 Agustus yang tercatat sebesar Rp42.250 per kg.