Presepsi.com– Yogyakarta, Dilansir dari Muhammadiyah.or.id, Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi Juru Masak Makan Bergizi Muhammadiyah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Sabtu (5/9).

Langkah ini dilakukan sebagai ikhtiar bersama dalam meningkatkan profesionalitas dan kinerja para juru masak di lingkungan SPPG yang dikelola Muhammadiyah.

Badan Pembina Harian (BPH) BPPGM, Siti Noordjannah Djohantini, menilai pelatihan dan sertifikasi ini krusial untuk memastikan tata kelola SPPG Muhammadiyah di tingkat nasional berjalan optimal.

“Ini menjadi sangat penting dalam rangka mengampu SPPG Muhammadiyah secara nasional. Kita harus memiliki juru masak atau chef yang benar-benar ahli, karena Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terbiasa bekerja dengan ilmu yang diamalkan secara profesional,” ujar Noordjannah.

Melalui agenda strategis ini, Noordjannah mengharapkan Muhammadiyah dapat menjawab persoalan dalam negeri dengan menyajikan standar kualitas yang tinggi.

“Makanan yang kita sajikan harus dipastikan kehalalannya, kesehatannya, dan keamanannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan bagian dari sistem pengelolaan SPPG Muhammadiyah yang dibangun secara serius. Dalam prosesnya, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengintegrasikan berbagai sumber daya, termasuk menggandeng perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang gizi.

Salah satu perguruan tinggi yang dilibatkan adalah UNISA Yogyakarta yang memiliki program studi gizi berakreditasi unggul. Kolaborasi ini bertujuan memastikan pengelolaan program pemenuhan gizi berjalan berdasarkan standar keilmuan.

Sertifikasi juru masak ini diharapkan dapat mencetak chef profesional tersertifikasi dari setiap SPPG. Jadi melalui program ini kami menekankan bahwa ini bukan untuk kepentingan sendiri. Maka, cara dakwah seperti inilah yang harus terus dijaga,” jelas Noordjannah.

Seiring berkembangnya SPPG Muhammadiyah secara nasional, penguatan sumber daya manusia menjadi aspek utama. Muhammadiyah juga memastikan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dilakukan secara serius dan profesional.

Noordjannah mengapresiasi antusiasme para peserta sertifikasi yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga demi meningkatkan kualitas layanan gizi.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh jajaran manajemen SPPG Muhammadiyah untuk mematuhi regulasi yang berlaku serta menjaga tata kelola internal organisasi.

“Selain seluruh regulasi, kita punya tata kelola internal yang sangat ketat yang selama ini menjadi DNA Muhammadiyah, yakni akuntabilitas, bekerja atas dasar amanah, ikhlas, dan berkhidmat. Nah, itu yang tidak bisa ditawar lagi!” pungkasnya.