Presepsi.com– Kotamobagu, Kendati 81,1 persen wilayah Indonesia tengah dicengkeram musim kemarau, ancaman cuaca ekstrem rupanya belum sepenuhnya mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya potensi guyuran hujan lebat hingga terpaan angin kencang di sejumlah daerah pada akhir pekan ini, 12–13 September 2026.
Fenomena ini terbilang unik mengingat mayoritas dari 567 Zona Musim (ZOM) di tanah air saat ini sedang mencatatkan intensitas curah hujan skala rendah hingga sedang, yakni berada pada rentang 0–150 mm per dasarian.
Munculnya gangguan cuaca di tengah periode kering ini dipicu oleh pergerakan gelombang atmosfer, seperti Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin. Bergeraknya kedua gelombang tersebut memicu pembentukan daerah perlambatan serta konvergensi angin di beberapa titik vital.
Atmosfer yang tidak stabil di kawasan Sumatra dan Papua, ditambah kuatnya faktor konvektif lokal, menjadi bahan bakar utama bagi akselerasi pertumbuhan awan-awan konvektif pembawa hujan deras.
“Dengan demikian, meskipun kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, potensi hujan sedang-lebat/sangat lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai,” tulis BMKG dalam rilis resminya.
Di sisi lain, BMKG juga memberikan peringatan ganda bagi daerah yang berada di zona kering ekstrem agar tak lengah terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Pada saat yang sama, wilayah yang masih mengalami curah hujan rendah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap,” tegas rilis tersebut.
Untuk Sabtu (12/9/2026), BMKG memetakan potensi hujan sedang-lebat melingkupi Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan, dan Papua. Wilayah Aceh bahkan diprediksi menerima guyuran hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat.
Di hari yang sama, ancaman angin kencang membayangi Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan.
Melangkah ke hari Minggu (13/9/2026), fokus guyuran hujan sedang-lebat bergeser ke Sumatra Utara, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan, dengan Aceh yang masih berstatus rawan hujan sangat lebat.
Sementara itu, wilayah yang diproyeksikan bakal diterjang angin kencang pada Minggu meliput Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Menghadapi eskalasi cuaca ini, warga yang menetap di wilayah rawan diimbau meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak turunan seperti genangan air, banjir kilat, pohon tumbang, hingga gangguan lalu lintas.
(Sumber BMKG)










Komentar 0