Presepsi.com, Manado – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sulawesi Utara untuk mewaspadai potensi angin kencang pada periode 4–6 September 2026.

Peringatan tersebut tercantum dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 4–10 September 2026 yang diperbarui BMKG pada Kamis, 3 September 2026 pukul 16.00 WIB.

Dalam prakiraan BMKG, cuaca di Indonesia pada 4–6 September 2026 secara umum didominasi hujan ringan hingga hujan sedang. Namun, sejumlah wilayah tetap berpotensi mengalami kondisi cuaca yang perlu diwaspadai.

Sulawesi Utara menjadi salah satu daerah yang masuk dalam kategori potensi angin kencang. Selain Sulawesi Utara, potensi serupa diprakirakan terjadi di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

BMKG menjelaskan, meskipun musim kemarau semakin mendominasi berbagai wilayah Indonesia, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal. Kondisi tersebut berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat muncul saat cuaca memburuk. Dampak yang perlu diantisipasi antara lain pohon atau dahan tumbang, baliho maupun papan reklame roboh, genangan, serta sambaran petir.

Masyarakat juga disarankan tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang kondisinya rapuh ketika terjadi angin kencang atau cuaca buruk.

Selain potensi angin kencang, BMKG menyebut kondisi relatif kering masih diprakirakan mendominasi sebagian wilayah Indonesia selama September 2026.

Pada Dasarian I hingga III September, curah hujan di sebagian besar wilayah diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0–150 milimeter per dasarian.

Wilayah dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian diprakirakan mencakup sebagian besar Sulawesi, selain Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Maluku, dan sebagian Papua.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan tidak hanya diperlukan terhadap cuaca lokal berupa angin kencang dan petir, tetapi juga terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar.

Potensi angin kencang di Sulawesi Utara tidak hanya tercantum dalam prakiraan 4–6 September 2026. Dalam prakiraan periode 7–10 September 2026, BMKG kembali memasukkan Sulawesi Utara sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.

Pada periode tersebut, wilayah lain yang masuk dalam prakiraan potensi angin kencang antara lain Aceh, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Masyarakat Sulawesi Utara, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, diharapkan memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan mengamankan benda-benda yang berpotensi jatuh atau terbawa angin.

Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial resmi BMKG.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 4–10 September 2026⁠.