PEKANBARU (Presepsi.com) – Kepolisian Daerah Riau masih memburu dalang di balik aksi pengeroyokan dan dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Rooy Noor, mengungkapkan hingga Jumat, 4 September 2026, pihaknya telah mengamankan 9 orang yang diduga terlibat langsung. Sementara 17 orang saksi telah dimintai keterangan.

“Sejauh ini sudah sembilan orang kami amankan. Masing-masing memiliki peran berbeda dalam kejadian ini,” ujar Rooy.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, senapan angin, dan pistol jenis softgun yang diduga digunakan para pelaku.

Peristiwa bermula ketika 24 orang korban sedang melakukan pengamanan di kawasan perkebunan kelapa sawit. Tiba-tiba sekelompok orang datang dalam jumlah besar dengan mengendarai kendaraan dan langsung melakukan penyerangan.

Untuk menghindari salah sasaran, para pelaku menggunakan pita yang diikatkan di lengan sebagai penanda kelompok.

“Mereka menggunakan pita sebagai penanda agar sesama pelaku tidak keliru saat melakukan penyerangan,” jelas Rooy.

Tak hanya melakukan penganiayaan, kelompok tersebut juga diduga merampas barang milik korban. Bahkan sebagian korban sempat dibawa keluar dari lokasi perkebunan oleh para pelaku.

Fakta mengejutkan terungkap dalam pemeriksaan. Para pelaku yang diamankan mengaku dibayar untuk menjalankan aksinya.

“Para pelaku menerima bayaran sebesar Rp300 ribu per orang untuk menjalankan aksi tersebut,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan adanya peran koordinator yang bertugas menerima dan membagikan dana kepada para pelaku di lapangan.

Saat ini Polda Riau masih mendalami kasus ini dan fokus memburu aktor intelektual yang diduga mendanai serta menggerakkan aksi kekerasan tersebut.

Sumber : Polda Riau