PEKANBARU (Presepsi.com) – Api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, kembali berkobar. Padahal sebelumnya lokasi tersebut sempat dinyatakan padam dan hanya menyisakan asap tipis.

Pada Jumat (4/9/2026), api muncul kembali sehingga proses pemadaman harus diulang. Untuk mempercepat penanganan, helikopter _water bombing_ kembali dikerahkan membantu tim gabungan di lapangan, khususnya di titik-titik yang sulit dijangkau jalur darat.

Bengkalis masih menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar di Provinsi Riau hingga saat ini. Berdasarkan data BPBD Riau dan BMKG, luas karhutla di Bengkalis mencapai *8.454,40 hektare* dengan *32 titik hotspot*. Sementara total luas karhutla di seluruh Riau tercatat 18.582,90 hektare.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa lahan yang terlihat sudah padam belum tentu benar-benar aman, terutama di kawasan gambut. Bara api di bawah permukaan tanah gambut dapat terus menyala dan kembali memicu kebakaran besar sewaktu-waktu.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan kepada pihak berwenang jika menemukan titik api baru.

Karhutla di Dayun Siak Masih Berlangsung, Tim Gabungan Kebut Pemadaman

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, hingga saat ini masih dalam proses pemadaman. Tim gabungan terus bekerja di lapangan untuk memadamkan api dan mencegah perluasan.

Titik api di Dayun diketahui berada di kawasan lahan gambut yang sulit dijangkau. Kondisi ini membuat proses pemadaman memakan waktu lebih lama karena bara api masih terus muncul di bawah permukaan.

Hingga Jumat (5/9/2026), petugas bersama relawan dan unsur TNI-Polri masih berjibaku melakukan pendinginan di lokasi. Upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api aktif agar tidak meluas ke area pemukiman dan lahan masyarakat sekitar.

BPBD Kabupaten Siak mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melapor jika melihat asap atau titik api baru di sekitar wilayahnya.

"Karhutla di lahan gambut rawan muncul kembali meski sudah terlihat padam. Karena itu kewaspadaan harus tetap tinggi," ujar petugas di lapangan.

Sumber: BPBD Riau, BPBD Siak, Tim Gabungan Pemadaman, BMKG.