Presepsi.com - Kementrian Komunikasi dan Digital mendorong komunitas esports Indonesia untuk tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga mengambil bagian sebagai pengembang dan kreator gim lokal.

Langkah ini dinilai penting mengingat kompetisi gim seperti Mobile Legends telah berkembang pesat dan membuka ruang kebutuhan industri yang lebih luas, mulai dari kreator konten, programer, desainer, animator, penulis cerita, pengembang audio, hingga pelaku bisnis digital.

Perkembangan ekosistem digital tersebut menjadi perhatian Kementrian Komunikasi dan Digital saat esports Mobile Legends untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bakti Posti ke-81 yang diselenggarakan Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi di Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Sekertaris Direktorat Jendral Ekosistem Digital Kemkomdigi, Aryo Pamuragung, menyampaikan bahwa industri gim kini telah bertransformasi menjadi sektor yang sangat strategis.

"Industri sudah bukan sekedar permainan yang bisa kita pandang sebelah mata. Ini adalah industri yang sangat besar dan menjadi bagian dari ekosistem digital", ujar Aryo.

Aryo berharap keterlibatan komunitas dalam ajang kompetisi esports dapat memicu lahirnya para pelaku industri kreatif baru dari tanah air.

"Kami berharap rekan-rekan yang hadir di sini tidak hanya sebagai pemain saja, tapi juga akan memunculkan kreator-kreator gim di Indonesia, kreator gim lokal, developer-developer gim lokal", ujarnya.

Menurut data Kemkomdigi, nilai industri gim di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp32 triliun. Sementara itu, industri esports nasional juga diproyeksikan mencapai USD2,4 miliar pada 2029.

Dengan potensi ekonomi besar tersebut, Aryo menekankan pentingnya peran aktif masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi konsumen dari produk luar negeri.

"Kita ingin masyarakat dan pasar gim di Indonesia ini tidak hanya dinikmati oleh luar, tapi Indonesia bisa mengambil manfaat ekonomi di situ", kata Aryo.